1. Kudis
Kudis adalah penyakit
kulit yang menular, penyakit ini dalam bahasa ilmiah disebut scabies, memiliki
gejala gatal, dan rasa gatal tersebut akan lebih para pada malam hari. Sering
muncul di tempat-tempat lembab di tubuh seperti misalnya, tangan, ketiak dan
terkang di selah jari tangan atau kaki.
Cara Pencegahan penyakit kudis dapat dilakukan dengan mencuci
sperai tempat tidur, handuk dan pakaian yan dipakai dalam 2 hari belakangan
dengan air hangat dan deterjen.
2. Kurap
Kurap merupakan suatu
penyakit kulit menular yang disebabkan oleh fungi. Gejala kurap mulai dapat
dikenali ketika terdapat bagian kecil yang kasar pada kulit dan dikelilingi
lingkaran merah muda.
Kurap dapat dicegah dengan cara mencuci
tangan yang sempurna, menjaga kebersihan tubuh, dan mengindari kontak dengan
penderita.Kurap dapat diobati dengan anti jamur yang mengandung mikonazol dan
kloritomazol dengan benar dapat menghilangkan infeksi.
3. Panu
Panau atau Panu adalah salah
satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit panau ditandai dengan
bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat.
Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung warna kulit
si penderita.
Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa ditemukan pada penderita berumur tua.
Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa ditemukan pada penderita berumur tua.
Cara pencegahan penyakit kulit Panau
dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit, dan dapat diobati dengan obat
anti jamur yang dijual di pasaran, dan dapat juga diobati dengan obat-obatan
tradisional seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan dioleh pada
kulit yang terserang Panau.
4.Eksim (ekzema)
Merupakan penyakit kulit yang ditandai
dengan kulit kemerah-merahan, bersisik, pecah-pecah, terasa gatal terutama pada
malam hari (eksim kering), timbul gelembung-gelembung kecil yang mengandung air
atau nanah, bengkak, melepuh, tampak merah, sangat gatal dan terasa
dingin yang berlebihan pada kulit (eksim basah). Bagian tubuh yang sering
diserang eksim yaitu tangan, kaki, lipatan paha, dan telinga .
Eksim disebabkan karena alergi terhadap rangsangan zat kimia
tertentu seperti yang terdapat dalam detergen, sabun, obat-obatan dan kosmetik,
kepekaan terhadap jenis makanan tertentu seperti udang, ikan laut, telur,
daging ayam, alkohol, vetsin (MSG), dan lain-lain. Eksim juga dapat disebabkan
karena alergi serbuk sari tanaman, debu, rangangan iklim, bahkan gangguan
emosi. Eksim lebih sering menyerang pada orang-orang yang berbakat alergi.
Penyakit ini sering terjadi berulang-ulang atau kambuh. Oleh karena itu harus
diperhatikan untuk menghindari hal-hal atau bahan-bahan yang dapat menimbulkan
alergi (alergen.) panas.
Munculnya eksim dapat dihindari dengan
melakukan beberapa tips dibawah ini :
1.Jaga kelembaban kulit.
2.Hindari perubahan suhu dan kelembaban yang mendadak.
3.Hindari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan.
4.Kurangi Stress.
5.Hindari pakaian yang menggunakan bahan yang menggaruk seperti wool dan lain lain.
6.Hindari sabun dengan bahan yang terlalu keras, deterjen dan larutan lainnya.
7.Hindari faktor lingkungan lain yang dapat mencetuskan alergi seperti serbuk bunga, debu, bulu binatang dan lain lain.
Hati hati dalam memilih makanan yang bisa menyebabkan alergi.
1.Jaga kelembaban kulit.
2.Hindari perubahan suhu dan kelembaban yang mendadak.
3.Hindari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan.
4.Kurangi Stress.
5.Hindari pakaian yang menggunakan bahan yang menggaruk seperti wool dan lain lain.
6.Hindari sabun dengan bahan yang terlalu keras, deterjen dan larutan lainnya.
7.Hindari faktor lingkungan lain yang dapat mencetuskan alergi seperti serbuk bunga, debu, bulu binatang dan lain lain.
Hati hati dalam memilih makanan yang bisa menyebabkan alergi.
4. Bisul (Furunkel)
Bisul merupakan infeksi kulit
berupa benjolan, tampak memerah, yang akan membesar, berisi nanah dan terasa
panas, dapat tumbuh di semua bagian tubuh, namun biasanya tumbuh pada bagian
tubuh yang lembab, seperti : leher, lipatan lengan, atau lipatan paha, kulit
kepala. Bisul disebabkan karena adanya infeksi bakteri Stafilokokus aureus pada
kulit melalui folikel rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat yang kemudian
menimbulkan infeksi lokal. Faktor yang meningkatkan risiko terkena bisul antara
lain kebersihan yang buruk, luka yang terinfeksi, pelemahan diabetes, kosmetika
yang menyumbat pori, dan pemakaian bahan kimia. Apabila bisul banyak, atau ada
demam di badan, maka harus ditambah dengan obat minum antibiotik.
Apabila bisul terjadi berulang-ulang, maka harus dicari
faktor yang mendasarinya, yaitu apakah ada penyakit
kencing manis, penyakit ginjal berat, penyakit berat, menurunnya daya tahan tubuh pada orang tersebut atau orang yang telah berusia lanjut.
kencing manis, penyakit ginjal berat, penyakit berat, menurunnya daya tahan tubuh pada orang tersebut atau orang yang telah berusia lanjut.
5. Campak (Rubella)
Merupakan penyakit akut menular
yang disebabkan oleh virus, dan biasanya menyerang anak-anak. Gejala dari
penyakit ini adalah demam, bersin, pilek, sakit kepala, badan terasa lesu,
tidak napsu makan, dan radang mata. Setelah beberapa hari dari gejala tersebut
timbul ruam merah yang gatal, bertambah besar, tersebar ke beberapa bagian
tubuh.
Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin
biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman
(vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan
atas.
Jika hanya mengandung campak, vaksin dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam
bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua
diberikan pada usia 4-6 tahun.
selain itu penderita juga harus disarankan untuk istirahat minimal 10 hari
dan makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.
6. Jerawat
Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkankantung nanah yang meradang.[1] Jerawat adalah penyakit kulit yang cukup besar jumlahpenderitanya.[2] Kligmann, seorang penelit masalah jerawat ternama di dunia
berpendapat,"Tak ada satu orang pun di dunia yang melewati masa hidupnya
tanpa sebuah jerawat di kulitnya."[2] Kemungkinan penyebabnya adalah perubahan hormonal yangmerangsang kelenjar minyak di kulit.[1] Perubahan hormonal lainnya yang dapat menjadipemicu timbulnya jerawat adalah masa menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB, dan stres.[1]
Penyebab jerawat
muncul
Produksi minyak berlebihan
Jerawat tidak melulu muncul karena kotor,
melainkan lebih disebabkan faktor dari dalam tubuh.[3] Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceus gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit.[4] Penyebab jerawat yang paling umum adalah
hormon, tumpukan minyak atau sebum di kulit berkolaborasi denganbakteri.[3]
Sel-sel kulit mati
Umumnya, jerawat dsebabkan oleh
kelebihan kelenjar minyak karena giat diproduksi hormon androgen.[3] Jerawat timbul karena kelenjar minyak yang
berlebih tersebut bercampur dengan sel kulit mati.[3] Ketika sel-sel kulit itu bercampur dengan
jumlah debu atau kotoran yang sudah meningkat itu, campuran yang tebal dan lengket itu dapat membentuk penyumbat yang menjadi bintik hitam atau putih.[5] Banyak yang beranggapan, bahwa jerawat hanya
menyerang muka, tetapi jerawat bisa juga menyerang bagian tubuh lain, seperti
di bagian punggung, dada dan lengan atas.[4]
Bakteri
Yang membuat masalah semakin rumit,
bakteri biasanya ada di kulit, yang disebut p.acne,
yang cenderung berkembang biak di dalam kelenjar sebaceous yang tersumbat, yang menghasilkan
zat-zat yang menimbulkan iritasi daerah sekitarnya.[5] Kelenjar tersebut terus membengkak, dan
mungkin akan pecah, kemudian menyebarkan radang ke kulit daerah sekitarnya.[5] Inilah yang menyebabkan jerawatbatu jenis yang paling mungkin, yaitu meninggalkan pigmentasi jangka panjang dan bekas luka seperti cacar yang permanen.[5]
Kosmetik
Penyumbatan pori-pori seringkali
terjadi oleh penggunaan kosmetik yang mengandung banyak minyak atau penggunaan
bedak yang menyatu dengan foundation. Foundation yang terkandung pada bedak
menyebabkan bubuk bedak mudah menyumbat pori-pori.[6]
Obat-obatan
Konsumsi obat kortikosteroid, baik oral (obat minum) maupun
topical (obat oles), yang mengakibatkan daya tahan tubuh menurun, juga
meningkatkan potensi timbulnya jerawat karena aktivitas bakteri patogen yang meningkat.[6]
Tipe-tipe jerawat
Komedo sebenarnya adalah pori-pori yang tersumbat,
bisa terbuka atau tertutup. Komedo yang terbuka (blackhead), terlihat seperti
pori-pori yang membesar dan menghitam. Komedo yang tertutup (whitehead) memiliki kulit yang tumbuh di atas
pori-pori yang tersumbat sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil.
Jerawat jenis komedo ini disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit.
Jenis jerawat ini mudah dikenal,
tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Terjadi karena pori-pori yang
tersumbat terinfeksi oleh bakteri. Bakteri yang menginfeksi bisa dari waslap, kuas make
up, jari tangan, juga telepon. Stres, hormon dan udara yang lembab, dapat memperbesar kemungkinan terbentuknya
jerawat.
Cystic
acne adalah jerawat yang besar-besar, dengan
peradangan hebat, berkumpul diseluruh muka. Penderita cystic acne biasanya juga
memiliki keluarga dekat yang menderita jerawat jenis ini. Secara genetik penderitanya memiliki:
- Kelenjar
minyak yang over aktif yang
membanjiri pori-pori dengan kelenjar minyak,
- Pertumbuhan
sel-sel kulit yang tidak normal yang tidak bisa beregenerasi secepat
kulit normal
- Memiliki respon yang
berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit
Cara mengatasi
jerawat
Jerawat merupakan salah satu penyakit
kulit yang biasa menyerang wajah.[7] Menangani jerawat tidak boleh sembarangan.[7] Secara umum, prinsip perawatan kulit wajah sebagai berikut.[8]
§ Kulit wajah harus selalu bersih saat istirahat di rumah.
§ Jangan memecahkan jerawat dan jangan sering di sentuh.
§ Kebutuhan pembersih bagi kulit kering berbeda
dengan kulit berminyak atau kulit normal, demikian juga sebaliknya.
§ Membersihkan wajah pada sore hari berbeda dengan pada pagi hari.
Cara alami mengatasi jerawat
III.
Oleskan
pada jerawat, diamkan hingga mengering.
IV.
Setelah
kering, bersihkan dengan air.
V.
Lakukan
secara rutin hingga jerawat teratasi.
7. Impetigo
Impetigo adalah satu penyakit menular.
Impetigo adalah infeksi kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan
kecil berisi nanah (pustula).
Impetigo paling sering menyerang anak-anak, terutama
yang kebersihan badannya kurang dan bisa muncul di bagian tubuh manapun, tetapi
paling sering ditemukan di wajah, lengan dan tungkai. Pada dewasa, impetigo bisa
terjadi setelah penyakit kulit lainnya. Impetigo bisa juga terjadi setelah
suatu infeksi saluran pernapasan atas (misalnya flu atau infeksi virus
lainnya).
Tempoh pengeraman
Waktu terkena penyakit ini sampai tampak gejalanya
memakan waktu 1 sampai 3 hari. Itupun tergantung pada kondisi tubuh pasien
Gejala
Bintik-bintik merah yang kecil menjadi lepuh yang
berisi nanah dan berkeropeng; biasanya pada muka, tangan atau kepala. Impetigo
berawal sebagai luka terbuka yang menimbulkan gatal, kemudian melepuh,
mengeluarkan isi lepuhannya lalu mengering dan akhirnya membentuk keropeng.
Impetigo merupakan penyakit menular, yang ditularkan
melalui cairan yang berasal dari lepuhannya.
Besarnya lepuhan bervariasi, mulai dari seukuran
kacang polong sampai seukuran cincin yang besar. Lepuhan ini berisi carian
kekuningan disertai rasa gatal.
Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di
sekitar daerah yang terinfeksi.
Tempoh pengasingan
yang disarankan
Ya, sampai perawatan dimulai. Bisul harus ditutup
dengan pembalut yang kedap air.
Pencegahan
Mencuci tangan dengan teliti. Infeksi bisa dicegah
dengan memelihara kebersihan dan kesehatan badan. Goresan ringan atau luka
lecet sebaiknya dicuci bersih dengan sabun dan air, bila perlu olesi dengan zat
anti-bakteri.
Untuk mencegah
penularan:
- Hindari
kontak dengan cairan yang berasal dari lepuhan di kulit
- Hindari
pemakaian bersama handuk, pisau cukur atau pakaian dengan penderita
- Selalu
mencuci tangan setelah menangani lesi kulit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar